Cari di Blog Ini

Selasa, 23 Oktober 2012

Proses Belajar Yang Efektif

Personal Computer
Proses Belajar Yang Efektif

Tantangan perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, dan perubahan sosial-budaya menuntut manusia untuk selalu dapat menyesuaikan diri. Hal ini sesuai dengan naluri / sifat-sifat dasar manusia untuk selalu mencari ilmu, dan kebenaran. Namun untuk menyesuaikan diri mungkin kita perlu sejenak memahami tahapan pembelajaran yang efektif.

Dalam tulisannya David Kolb yang berjudul Contextual Natural Learning, dikemukakan bahwa belajar yang paling efektif harus bedasarkan konteks atau ilustrasi nyata. Dalam ilmu Experienced Learning atau teori belajar berbasis pengalaman ada dua inti pembelajaran yakni penerimaan/preceiving (garis vertikal), adalah bagaimana seseorang menyerap informasi yang ada di lingkungannya. Dan pemrosesan / processing (garis horisontal), adalah bagaimana tindak lanjut seseorang untuk memahami lebih dari informasi yang telah ia serap.

Pertama adalah Concrete Experimentation (CE), adalah proses dimana seseorang berkeinginan untuk mempelajari sesuatu yang memiliki makna pribadi bagi dirinya. Pada tahap ini motivasi belajar akan tumbuh bila sesuatu tersebut berguna bagi situasi yang ia hadapi pada saat ini.

Kedua adalah Learning Observation (LO), adalah proses dimana seseorang bersedia untuk menyisihkan waktunya untuk berpikir dan merefleksikan sesuatu yang telah/akan ia pelajari. Pada tahap ini ia akan lebih konsentrasi dalam mengambil informasi yang ia butuhkan agar ia dapat melakukannya.

Ketiga adalah Abstract Conceptualization (AC), adalah proses dimana seseorang akan mencoba melaksanakan informasi yang ia terima saat tahapan LO dan mengidentifikasi teori atau konsep yang diterima berdasarkan fakta/praktek. Pada tahap ini pengetahuan yang ia terima dikondisikan di sebuah situasi yang nyata.

Keempat adalah Active Experimentation (AE), adalah proses dimana pengalaman belajar sesorang pada tahap AC sepenuhnya menjadi tindakan dan prilaku di pekerjaan / dunia nyata. Pada tahap ini besar kemungkinan akan muncul kebutuhan yang lebih baru, dengan pengetahuan dan ketrampilan yang telah dikuasai ia akan memasuki rasa ingin tahu pada tingkatan selanjutnya.

Dan seterusnya proses dari tahap 1 – 4 akan berulang kembali.

Beberapa teori tentang belajar lainnya yang mungkin bermanfat bagi kita diantaranya dibuat oleh Kirkpatrick dengan konsep yang hampir sama, terdiri dari proses Reaction, Learning, Behavior, dan Result. Masing-masing tahapan bertujuan mengukur tingkat motivasi seseorang untuk belajar, kapasitas pengetahuan yang dapat diserap, perubahan prilaku yang telah dibuktikan, dan hasil kinerja secara kuantitatif yang berhasil diperoleh. Sedang Dave Meier pada bukunya Accelerated Learning memberi sebuah panduan bagi para pengajar agar proses pembelajarannya sukses dengan menggunakan teori SAVI (Somatis; belajar dengan bergerak dan berbuat, Auditori; belajar dengan berbicara dan mendengar, Visual; belajar dengan mengamati dan menggambarkan, intelektual; belajar dengan memecahkan masalah dan merenung).

Setelah memahami beberapa teori tentang proses belajar yang efektif, maka kita akan memiliki tingkat kesadaran yang lebih baik agar mampu menyesuaikan diri pada lingkungan yang akan terus berubah, serta senantiasa menjunjung sifat dasar manusia yang mulia yakni untuk selalu mencari ilmu dan kebenaran baik di dunia maupun akhirat.