Cari di Blog Ini

Jumat, 26 Oktober 2012

Bagaimanakah Wujud Manusia Modern?

Bagaimanakah Wujud Manusia Modern?

Ilmu psikologi menemukan bahwa secara umum manusia hidup 80% dipengaruhi oleh alam sadarnya, sedangkan 15% dipengaruhi oleh alam pra sadar, lalu sisanya dikontrol oleh alam bawah sadarnya. Penemuan ini selaras dengan teori hirarki kebutuhan Maslow, bahwa motivasi dasar manusia adalah memenuhi kebutuhan fisiologis untukbertahan hidup. Penelitian tersebut kemudian diperkuat lagi oleh prinsip ekonomi universal, mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan menggunakan sumber daya sekecil-kecilnya. Singkatnya, manusia adalah mahluk ekonomi yang materialistis dan selalu mencari peluang dengan kemampuan rasionalnya untuk mendapatkan bagian yang lebih besar.

Perkembangan trend ekonomi global mungkin merupakan jalan keluar bagi kebutuhan manusia modern untuk terus memenuhi ambisi dan keinginannya, dengan cara menghapus batas dan norma kedaerahan lalu berkembang berekspansi mencari sasaran empuk ditempat lainnya. Agar dapat menang pada situasi seperti ini maka strategi yang dipilih pun digerakan oleh motivasi dan hasrat untuk menjadi nomor satu, individual, keserakahan, rasa takut, dan keresahan.

Dengan demikian sekalipun seluruh penjuru dunia telah dikuasai, manusia tidak akan pernah selesai dalam memenuhi kebutuhan ekonominya. Mungkinkah pada saatnya nanti dunia menjadi terlalu kecil bagi manusia?

Seandainya di kemudian hari ditemukan lebih dari satu dunia apakah cukup untuk memenuhi dahaga manusia? Dengan berkembangnya budaya tersebut, seperti apakah wujud manusia modern kelak? Kita semua mungkin sependapat, bahwa evolusi suatu budaya merupakan warisan dari kebiasaan atau norma-norma budaya sebelumnya. Dengan berpikir bahwa manusia adalah mahluk ekonomi, maka secara tidak kita sadari dan tersirat kita menginginkan generasi berikutnya seperti layaknya pemburu yang termotivasi hanya hidup untuk memenuhi selera membunuh buruan sebanyak-banyaknya. Pada akhirnya hasil buruan itu disajikan untuk menjadi alasan memenuhi kewajiban nilai kemanusiaan yang kita miliki, kasih sayang.

Kesimpulannya, secara turun temurun kita telah berperan dalam mencetak bentuk dan takdir manusia modern yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar kita untuk saling peduli dan adil. Mungkinkah waktunya sudah terlambat?