Cari di Blog Ini

Rabu, 30 November 2011

Pertamina Tambah 6 SPBE Di Lampung Utara Dan Barat tahun 2012

Pertamina Segera Tambah Enam SPBE di Lampung

Pertamina segera menambah enam unit stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji di wilayah Lampung bagian utara dan barat pada 2012 mendatang. Penambahan dilakukan untuk meningkatkan pemerataan layanan distribusi elpiji.

Hal itu diungkapkan Sales Represensative Elpiji Pertamina Regional II Lampung Ahmad Yudhistira seusai rapat penentuan harga eceran tertinggi (HET) elpiji di Lampung, Selasa (29/11/2011).

Menurut dia, saat ini di Lampung baru ada enam stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE). "Itu pun kebanyakan ada di wilayah selatan seperti Bandar Lampung ini. Akibatnya, ada daerah-daerah seperti di Lampung utara dan barat yang terpaksa jarak distribusinya lebih dari jarak 60 kilometer," ujar Ahmad.

Pertamina menentukan HET elpiji di Bandar Lampung saat ini Rp 13.650 untuk tabung isi 3 kilogram, tetapi harga ini untuk daerah yang masih berada dalam cakupan radius 60 km dari SPPBE. "Di luar radius ini, akan ada tambahan biaya angkut yang besarannya ditentukan pemerintah kabupaten/kota masing-masing," katanya.

regional.kompas.com

Selasa, 29 November 2011

Anggota DPRD Lampung Utara menjadi Tersangka Kepemilikan Narkoba dan Senjata Api Ilegal

Anggota DPRD Lampung Utara menjadi Tersangka Kepemilikan Narkoba dan Senjata Api Ilegal

Selain terkait kepemilikan narkoba, Polda Lampung juga menjerat tersangka anggota DPRD Lampung Utara Rusdie Effendi, dengan pasal penyimpanan dan penggunaan senjata api ilegal. "Tersangka tertangkap tangan menyimpan dan menggenggam senjata api, total senjata yang dimilikinya tiga pucuk, dan tidak dilengkapi dengan izin lengkap," kata Kabid Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar (AKB) Sulistyaningsih, di Bandarlampung, Senin (28/11/2011).

Rusdie merupakan anggota DPRD Kabupaten Lampung Utara dari Fraksi PDI Perjuangan yang tertangkap oleh polisi dengan tuduhan pengedar narkoba dan kepemilikan senjata api. Saat ditangkap bersama barang bukti, Rusdie tidak dapat menunjukkan bukti sah kepemilikan tiga senjata api berikut puluhan butir peluru miliknya. "Katanya senjata api itu dipakai untuk mengantisipasi diri dari keadaan yang tidak diinginkan," kata dia.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung itu, tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Darurat Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara terkait kepemilikan tiga senjata api, selain undang-undang narkoba.

Dia ditangkap di rumahnya Desa Talang Paris, Sukamarga, Abung Tinggi, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara, beserta sabu 25 gram dan tiga pucuk senjata api pada Sabtu dini hari (26/11). Rusdie ditahan di Mapolda Lampung dan terancam diberhentikan dari jabatannya sebagai anggota. "Kami menduga tersangka mengedarkan sabu di daerah Lampung Utara dan Way Kanan, sejak enam bulan lalu," kata Kasubdit I Direktorat Narkoba Polda Lampung AKB Simamora, saat ekspose kasus tersebut Minggu (27/11).

www.mediaindonesia.com

Jumat, 11 November 2011

Kerusakan Jalan Raya Prokimal Belum Diperbaiki

Jalan Raya Prokimal, Kotabumi, Lampung Utara
Jalan raya prokimal tepatnya di daerah Hantu Laut, Kali Cinta, Kotabumi Utara, rusak berat bahkan hampir tidak terdapat aspal di badan jalan itu. Sementara kondisi jalan antara Ketapang dan Kotabumi (Lampung Utara) dimana Jalan Prokimal Prokimal itu berada juga pada umumnya mengalami kerusakan parah. Namun Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mengklaim bahwa jalan itu merupakan jalan provinsi bukan milik Kabupaten. "Itu jalan provinsi jadi penanggungjawabnya PU Provinsi Lampung," ujar Sekretaris Dinas PU Lampura Ir. Hendri Us, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada 10 November 2011.

Dia menyatakan, meski demikian pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi terkait kerusakan jalan tersebut. Sehingga dapat segera diperbaiki. "Kita sudah koordinasi dengan pihak provinsi terkait kerusakan jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Lampura dengan Waykanan itu," katanya.

Dia juga menjelaskan, terjadi dilema ketika terjadi kerusakan jalan provinsi atau jalan nasional pasalnya masyarakat selalu mengharapkan yang terbaik dalam pembangunan sementara dalam penerapan birokrasinya berbeda-beda. "Kalau jalan kabupaten kita yang kelola sementara jalan Provinsi oleh Pemerintah Provinsi dan jalan nasional oleh Pusat. Sementara masyarakat nggak mau tahu itu yang jelas mereka bayar pajak dan mengharapkan pembangunan dengan baik," terang Hendri Us seraya beranggapan masyarakat salah kaprah masalah kebijakan pembangunan.

Diberitakan sebelumnya, Jalan Raya Prokimal, tepatnya di daerah Hantu laut Kali Cinta, Kotabumi Utara, rusak berat bahkan hampir tidak terdapat aspal di badan jalan itu. Selain rusak jalan itu juga rawan karena sering terjadi kecelakaan dan menjadi target para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Namun demikian kerusakan jalan ini belum mendapat perhatian dari Instansi terkait.

Bila melintasi jalan tersebut pengendara harus pandai memilih jalur, karena banyak sekali jalan berlubang yang menganga lebar bahkan karena kerusakan itu banyak debu bertaburan. Padahal jalan tersebut merupakan jalan alternatif menuju daerah Waykanan dan jalur tersebut merupakan jalur ekonomi, karena ada beberapa perusahaan besar bisa mengangkut hasil produksinya melintasi jalan tersebut.

www.radarkotabumi.com