Cari di Blog Ini

Sabtu, 24 Juli 2010

Kepala Disdukcapil Lampung Utara Terjerat Kasus Korupsi

Kejaksaan Negeri Kotabumi Lampung Utara
Kejari Lampung Utara Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Dana Pendidikan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi, Lampung Utara, menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi yang berbeda. Mereka antara lain Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lampura Drs. Irsan H.Z. yang juga mantan Kadisdik setempat. Tersangka ditetapkan melalui Surat Perintah Penyidikan (Sprintdik) No. Print-111/N.8.13/Fd.1/07/2010. Irsan menjadi tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana operasional/kegiatan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) 2008 di Dinas Pendidikan (Disdik) Lampura senilai Rp 600 juta. Penggunaannya dinilai tak sesuai.

Tersangka kedua dan ketiga yaitu Kepala SDN Kebondalam Reponadi dan Hendri Dunan selaku pemborong. Ini sesuai Sprintdik No. Print-110/N.8.13/Fd.1/07/2010. Mereka menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi pelaksanaan rehab bangunan SDN Kebondalam dari dana alokasi khusus (DAK) 2009 sebesar Rp 250 juta.

Sesuai Sprintdik No. Print-112/N.8.13/Fd.1/07/2010, Kejari Kotabumi juga menetapkan mantan Kepsek SMPN 01 Sungkaijaya Nizomil, S.Pd. sebagai tersangka dalam dugaan korupsi penyalahgunaan dana sekolah standar nasional (SSN) 2009 senilai Rp 100 juta. Penetapan keempat tersangka dilakukan pihak kejaksaan di sela-sela acara HUT Ke-50 Adhyaksa di kantor Kejari Kotabumi kemarin (22/7).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Viktor P. Marpaung, S.H. mewakili Kajari Kotabumi Sugianto, S.H., M.Hum. mengatakan, dari hasil keterangan saksi-saksi ditemukan uang Disdik tahun 2008 sebesar Rp 600 juta digunakan Irsan untuk kepentingan pribadi. Sampai sekarang, Irsan tidak mengembalikan uang tersebut. Untuk mengelabui, Irsan menutupinya dengan dana operasional sekolah 2009 triwulan pertama pada Februari dan Maret. "Irsan kita jerat pasal 2 ayat 1 serta pasal 3 jo pasal 18 ayat 1 UU No. 31/2009 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001," kata Viktor. Sayang, hingga berita diturunkan, Irsan tak dapat dihubungi. Nomor handphone-nya dalam kondisi tidak aktif.

Sementara untuk tindak pidana korupsi rehab bangunan sekolah bantuan DAK 2009, kedua tersangka dijerat pasal 2 (1), pasal 3 jo pasal 18 (1) UU No. 31/1999, sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP. "Sedangkan untuk kasus SSN dengan tersangka Nizomil, S.Pd. akan dijerat pasal 2 ayat 1 serta pasal 3 jo pasal 18 ayat 1 UU yang sama," jelasnya.

Apakah para tersangka akan ditahan? Viktor P. Marpaung menyatakan, penahanan menunggu dokumen asli pendukung terhadap kegiatan dari saksi-saksi terkait. "Sepanjang saksi-saksi yang dimintai keterangan berikut dokumen asli kooperatif, proses penyidikan dapat berlangsung cepat. Jika tidak, kita akan tahan dan geledah kantor/instansi terkait," tegasnya.

http://infokorupsi.com/id/korupsi.php?ac=6708&l=kejari-lampung-utara-tetapkan-4-tersangka-korupsi-dana-pendidikan